Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

'ULAMA dan UMARA'

Karawaci News Media 9:22:00 AM Add Comment
'ULAMA dan UMARA'

@salimafillah

Kalau ada satu nama untuk disebut atas kontribusinya merobohkan kekuatan Islam yang menjadi ruh perjuangan melawan penjajah, Christiaan Snouck Hurgrounje barangkali yang paling cocok.
Snouck mengategorisasi permasalahan Islam menjadi 3 bagian: sebagai agama ibadah murni, sebagai doktrin politik, dan sebagai pedoman sosial kemasyarakatan. Pembagian ini akan menjadi dasar dari splitsingtheorie yang masyhur itu.

Pada asasnya, Islam yang menjadi kekuatan melawan penjajah adalah ketika bersifat komprehensif dan integral tanpa memisah-misahkan perannya sebagai "Hudaa" dan "Diinul Haq" baik dalam 'ubudiyah, sosial-ekonomi, maupun politik-bernegara.

Maka Snouck menyarankan agar "Islam Beribadah" yang menjadikan agama hanya ada dalam wilayah privat-individu didukung dan difasilitasi dengan baik. Dalam tataran sosial kemasyarakatan, adat-istiadat "asli-primitif" harus ditampilkan sekuat mungkin sebagai wacana tandingan atas pedoman Islam. Dan puncaknya, mereka yang menjadikan Islam sebagai doktrin politik dan semangat perlawanan adalah kaum fanatik yang harus dibasmi ke akarnya dengan kebengisan maksimal, dengan besi dan api.

Mudah ditebak bahwa teori ini mengonsekuensikan politik belah bambu. Kaum sekularis, para priyayi bangsawan, dan Islam abangan yang ada di cakupan pertama dan membanggakan nilai adatnya seperti program cakupan kedua, akan diangkat tinggi-tinggi. Sebaliknya, kaum 'ulama dan santri yang meyakini Islam sebagai manhaj kehidupan paripurna ada dalam kelompok ketiga yang harus diinjak sampai remuk.

Seratus tahun sebelum kedatangan Snouck, ada kebersamaan manis 'ulama dan umara' dalam jihad. Pangeran Dipanegara, yang didukung hampir dua-pertiga Pangeran dari Keraton Yogyakarta hingga bahkan Susuhunan Surakarta pribadi, Pakubuwana VI, berpadu dengan Kyai Mojo yang membawa jejaring para Kyai, Haji, Syeikh, Sayyid, juga santri-santri, beserta tentu keluarga besarnya; Kyai Baderan, Kyai Pulukadang, Kyai Kasan Besari, dan para 'ulama lainnya.

Entah mendapat teori dari mana, tapi Jenderal Herbert Merkus de Kock memang sangat berpengalaman menghadapi perang dengan raja-raja Nusantara terutama Palembang; melakukan pula pecah belah terhadap lawan, dengan memperlakukan barisan santri jauh lebih keras dan kejam dibanding tawaran menggiurkan untuk penyerahan diri para pangeran bangsawan.

"Laskar Pajang", adalah sebutan untuk para prajurit santri pimpinan Kyai Mojo yang memang kebanyakan berasal dari Tlatah barat Surakarta, untuk membedakan mereka dengan "Laskar Mataram", dengan tokohnya Pangeran Mangkubumi yang terdiri atas para bangsawan Yogyakarta. Frasa 'Sisa-sisa Laskar Pajang' pernah jadi idiom Buya Syafi'i Ma'arif untuk melabeli kelompok semacam FPI, MMI, HTI, dan yang menuntut penegakan formal syari'at Islam.

Mari sekarang banyak tersenyum untuk bersatunya kembali 'Ulama dan Umara'. Mari sekarang banyak tersenyum untuk kembali ke makna Islam yang sempurna dan menyeluruh, sebelum dipecah-pecah oleh teori Snouck yang jahat. Mari terus belajar, membaca, dan menelaah, sambil tersenyum bersama Kyai Mojo dan Pangeran Dipanegara.

Tugas berat orang tua

Tugas berat orang tua pada anaknya pada zaman ini adalah membersamai, mendampingi, menemani, berwujud baginya
Sebab di masa serba biaya ini, orangtua dipaksa bekerja lebih dari normal, berusaha lebih dari kemampuan untuk hidupi keluarga
Antara kecukupan dan ideal selalu beradu. Dan disinilah letak pengorbanan, kemampuan orangtua untuk mengutamakan masa depan anak-anaknya
Banyak yang berhenti pada keperluan paling dasar anak-anak baginya, yaitu hanya pada sandang, pangan, papan
Padahal keperluan lebih asasi bagi anak kita ialah, perlunya dia menyadari Tuhan yang benar, agama yang haq, Allah Azza wa Jalla dan Islam
Sebab mati tanpa harta tak apa, sengsaranya berhenti di dunia. Tapi mati tanpa iman adalah permulaan kesengsaraan tanpa ada batasnya
Sebab dunia hanya sementara, dan akhirat selama-lamanya, itulah mengapa akhirat lebih utama daripada dunia
Mangajari, membimbing, mendidik, membina, itu perlu waktu, perlu bersama-sama. Quality time itu juga urusan quantity-nya. Sama pentingnya
Duhai orangtua, dampingi anakmu, sebelum ia didampingi orang lain yang tak engkau suka. Nasihati dia, atau dia dirusak waswas menyesatkan
Hidup ini pilihan, jangan sampai disesali. Jangan sampai saat mereka dewasa kita sesali menit-menit yang tak sempat dilalui bersama
Karena takkan pernah berlebih waktu bersama anak-anak. Takkan pernah cukup persiapan kita meninggalkan mereka. Atau mereka meninggalkan kita lebih dulu

Tidak ada yang terlalu buruk tuk memulai hal baik, Tidak ada yang terlalu baik tuk berhenti dari berkebaikan.

Kebaikan bisa dilakukan oleh siapa saja, Tanpa memandang orang itu bagaimana, Kebaikan bisa dilakukan kapan saja. Tanpa khawatir akan waktu yang tepat untuk melakukannya. Kebaikan bisa dilakukan di mana saja. Tanpa bimbang akan tempat yang bagus untuk mempertahankannya. 



Tidak ada yang terlalu buruk tuk memulai hal baik. Sehingga seburuk apapun manusia, tetap berhak untuk melakukan perintah-Nya. Yaitu melakukan hal baik kepada sesama. Seburuk apapun keadaan, tetap berusaha untuk terus melakukan kebaikan. Karena sekecil apapun kebaikan, Allah pasti memberi ganjaran.

Tidak ada yang terlalu baik tuk berhenti dari berkebaikan. Karena kebaikan itu mulia. Dampaknya bisa selamanya. Membuat pelaku dan sekitarnya bahagia. Lalu mengapa berhenti darinya? Jangan sampai pikiran ini terlintas pada kita. Semoga dalam hal kebaikan, kita senantiasa diberi semangat untuk berusaha, Karena kebaikan pula, berkah dan rahmat Allah turun tak terhingga.