Showing posts with label Muhasabah. Show all posts
Showing posts with label Muhasabah. Show all posts

BERUSAHALAH UNTUK MENJADI ISTRI YANG SHALIHAH... BUKAN MALAH MENJADI ISTRI DURHAKA YANG SELALU MENYAKITI HATI SUAMINYA...

Karawaci News Media 9:40:00 AM Add Comment

.
Berusahalah untuk menjadi istri yang shalihah.
Istri shalihah, yaitu istri yang baik akidahnya, amal ibadahnya dan baik pula akhlaknya terhadap manusia dan terlebih terhadap Suamiya.
.
Bagi seorang suami,
istri shalihah tak sekedar istri.
Ia adalah teman di setiap langkah kehidupan, pengingat di kala lalai,
penuntun di saat tersesat, dan ia adalah ustaadzah
bagi rumah tangganya.
.
Sungguh,
tiada kebahagiaan di dunia yang lebih indah daripada bersanding dengan istri shalihah.
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺍَﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺘَﺎﻉٌ ﻭَﺧَﻴْﺮُ ﻣَﺘَﺎﻉِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺔ
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan
dunia adalah wanita yang shalihah.”
(HR. Muslim no.1467).
.
.
Adapun,
Istri Durjana adalah Istri yang selalu Menyakiti hati Suaminya..
Yaitu,
Istri yang Durhaka yang selalu membuat hati Suaminya terluka..
Para Istri Penghuni Neraka yang telah dikabarkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam..
Mereka Kuffur (durhaka terhadap Suaminya) saat di dunia...
.
Beri Kabar Gembira berupa Ancaman Api Neraka kepada Para Istri Yang Durhaka terhadap Suaminya...
Tidak berguna Kepinteran, Karir maupun Ibadah mereka (para istri Durhaka), Selama mereka terus membuat tidak Ridho hati Suaminya..
Karena mereka Bagaikan Sampah di Dunia dan Calon Penghuni Neraka wal iyadzubillaah...
Bertaubatlah wahai Istri Durhaka....!!
ketahuilah bahwa Ajal mu sudah semakin dekat...

Tugas berat orang tua

Tugas berat orang tua pada anaknya pada zaman ini adalah membersamai, mendampingi, menemani, berwujud baginya
Sebab di masa serba biaya ini, orangtua dipaksa bekerja lebih dari normal, berusaha lebih dari kemampuan untuk hidupi keluarga
Antara kecukupan dan ideal selalu beradu. Dan disinilah letak pengorbanan, kemampuan orangtua untuk mengutamakan masa depan anak-anaknya
Banyak yang berhenti pada keperluan paling dasar anak-anak baginya, yaitu hanya pada sandang, pangan, papan
Padahal keperluan lebih asasi bagi anak kita ialah, perlunya dia menyadari Tuhan yang benar, agama yang haq, Allah Azza wa Jalla dan Islam
Sebab mati tanpa harta tak apa, sengsaranya berhenti di dunia. Tapi mati tanpa iman adalah permulaan kesengsaraan tanpa ada batasnya
Sebab dunia hanya sementara, dan akhirat selama-lamanya, itulah mengapa akhirat lebih utama daripada dunia
Mangajari, membimbing, mendidik, membina, itu perlu waktu, perlu bersama-sama. Quality time itu juga urusan quantity-nya. Sama pentingnya
Duhai orangtua, dampingi anakmu, sebelum ia didampingi orang lain yang tak engkau suka. Nasihati dia, atau dia dirusak waswas menyesatkan
Hidup ini pilihan, jangan sampai disesali. Jangan sampai saat mereka dewasa kita sesali menit-menit yang tak sempat dilalui bersama
Karena takkan pernah berlebih waktu bersama anak-anak. Takkan pernah cukup persiapan kita meninggalkan mereka. Atau mereka meninggalkan kita lebih dulu

Jawaban Mualaf Inggris Yang Bikin Bungkam Wartawati Indonesia

(Di suatu jalan di London, Ratna seorang wartawati bersama Galih si juru kamera sedang meliput tema Islamisasi Eropa)

Galih: "Nah, mbak itu aja gimana?"
(Galih menunjuk seorang perempuan bercadar)

Ratna: "Itu sih orang Arab, kita cari orang lokal"

Galih: "Yang itu gimana? Bule tuh.."

Ratna: "Wah itu fanatik, liat aja pakaian kaya seprei menyeret aspal, suaminya Arab mungkin!

Nah.. Yang itu saja!" (Ratna menunjuk bule berkerudung gaul, dengan celana jeans dan kaos)

Ratna: (By English)
Good afternoon sister, boleh wawancara?"

Judy: "Boleh.. Dengan senang hati.."

Ratna: "Sejak kapan mbak masuk Islam? Dan bagaimana tanggapan lingkungan terhadap
mbak?"

Judy: "Wah.. Anda tahu saya telah Islam? Baru 1 jam yang lalu saya bersyahadat di masjid seberang jalan"

Ratna: "Wah, selamat kalau begitu, ya saya tau lah mbak beragama Islam, penampilan mbak itu islami"

Judy: "Semoga Allah memaafkan saya, saya baru mau mencari pakaian yang sesuai dengan tuntunan syar'i , Islam itu indah, menjaga perempuan, mbak harus mempertimbangkan masuk ke agama Islam ini?!

Ratna: "Alhamdulillah, tapi saya sudah Islam mbak, saya dari Indonesia"

Judy: "Hahh.. Anda juga muslimah? Mengapa anda berpakaian sama seperti saya? Bahkan tidak berkerudung/jilbab?!

Ratna: "Prinsip saya, hijabi hati dulu mbak, di negara saya hal ini lumrah dah biasa, Indonesia tidak panas dan berdebu seperti di Arab, Islam saya Islam Indonesia, bukan Islam Arab"

Judy: "ooh, saya sesaat sempat mengira hati anda belum yakin akan ajaran Islam, tapi rupanya ada Muhammad lain yang asalnya dari Indonesia, sehingga Islam anda Islam Indonesia!"



Dialog yang ditulis oleh Liena Laksana di atas menjadi viral di media sosial. Entah hanya ilustrasi atau berdasarkan kisah nyata, mengingat nama pemerannya bukanlah nama sebenarnya. Namun, ibrahnya kuat. “Makjleb,” kata sejumlah pengguna media sosial.

Seringkali muslimah yang tidak berjilbab beralasan “hijabi hati dulu” sebelum berhijab. Padahal, berhijab merupakan salah satu bentuk ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bagaimana mungkin bisa disebut hijabi hati jika hatinya belum tunduk kepada perintah Allah?

Berhijablah. Maka salah satu perintah besar dari Allah dan RasulNya telah muslimah tunaikan. Sedangkan memperbaiki hati, tak kalah pentingnya untuk terus dilakukan dan diupayakan. Namun jangan karena alasan perbaikan hati belum final lantas perintah utama justru ditinggalkan.

Dan perlu kita tahu, menutup aurat berlaku di negara manapun. Tak peduli Arab, Eropa atau Indonesia. Sebab Islam diturunkan untuk seluruh dunia. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

JANGAN SAMPAI, HASAD/ DENGKI MENYERET KEPADA PENOLAKAN TERHADAP KEBENARAN

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
.
فإن الإنسان قد يعرف أن الحق مع غيره، ومع هذا يجحد ذلك لحسده إياه، أو لطلب علوه عليه، أو لهوى النفس، ويحمله ذلك الهوى على أن يعتدي عليه ويرد ما يقول بكل طريق، وهو في قلبه يعلم أن الحق معه.
.
"Seseorang sering kali mengetahui kebenaran ada pada orang lain, namun dia menentangnya karena dengki kepadanya, atau ingin mengalahkannya, atau karena hawa nafsu, dan hawa nafsu tersebut menyeretnya untuk berbuat jahat kepadanya dan menolak semua yang dia ucapkan dengan segala cara, padahal dalam hatinya dia mengetahui bahwa kebenaran bersama orang yang dia dengki itu."
.
Majmu'ul Fatawa, jilid 7 hlm. 191

Sumber :
Majmu'ah "Marhaban Yaa Thalibal 'Ilmi"
Via
WhatsApp Salafy Indonesia

Semoga Allah Tabaaraka wa Ta'ala menjauhkan kita dari Sifat yang Tercela ini,
Yaitu Sifat Dengki dan Sombong (menolak kebenaran)

*I S T I D R A J*

Karawaci News Media 8:42:00 AM Add Comment
*Istidraj* _adalah suatu Ujian berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah._

*Jadi, ketika Allah membiarkan kita* :

_1. Sengaja meninggalkan shalat._
_2. Sengaja meninggalkan puasa._
_3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat._
_4. Berat untuk bershadaqah._
_5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki._
_6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah._
_7. Menganggap enteng perintah- perintah Allah._
_8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat._
_9. Tidak mau menuntut ilmu syar'I._
_10. Lupa akan kematian._

*Tetapi Allah tetap memberikan kita* :

_1. Harta yang berlimpah._
_2. Kesenangan terus menerus._
_3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang._
_4. Tidak pernah diberikan sakit._
_5. Tidak pernah diberikan musibah._
_6. Hidupnya aman-aman saja._

Hati-hati karena semuanya itu bisa jadi *Istidraj* ...
Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk azabNya.
*Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian*.

Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita.

*Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah utk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar*.

*Wallahu a'lam bishowab*...

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

_*"Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”*_

*Semoga segala nikmat yang Allah beri pada kita tidak melalaikan kita untuk selalu bersyukur dan melaksanakan perintahNya serta menjauhi laranganNya*.

Marilah kita berusaha menjauhi maksiat dengan ketaqwaan.

*Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin*...